23 November 2010

Hadiah terindah dari Allah SWT

Sudah hampir tiga minggu ini, kondisi kesehatan ku menurun. Mulai dari perutku yang terasa tidak nyaman, merasa mual, muntah-muntah, lemas seperti tak bertenaga, pusing dan ngilu disekujur tubuhku. Otomatis, dikarenakan penyakitku itu, aku tidak bisa melakukan kegiatan rumah tangga seperti biasanya. Aku hanya bisa memasak masakan seadanya, semampunya badanku. Tapi jika aku benar-benar tidak kuat dan merasa tidak ada tenaga sama sekali, suamiku akan membelikan makanan di luar. Kasihan aku melihat suami dan anak-anakku "jajan" di luar. Tapi apa daya.....badanku tidak bisa diajak kompromi. Sebenarnya....disini aku tidak ingin berkeluh kesah mengenai penyakitku, toh juga pasti akan sembuh dengan sendirinya. Aku hanya ingin menceritakan sebuah kejadian, di pagi hari, yang membuat hatiku sangat tersentuh dan selalu mengucapkan syukur atas hadiah terindah yang Allah berikan untukku.
Pagi itu, tepatnya hari Selasa, kondisi tubuhku tetap belum membaik, meskipun sudah minum obat yang telah diberikan oleh dokter. Bangun di pagi hari, tidak membuat badanku merasa segar. Aku masih merasa, tubuhku sangat lemas, tidak bertenaga dan sakit kepala. Terpaksa aku hanya tiduran di atas tempat tidur saja. Saat itu, suamiku sudah berangkat ke kantor dan anakku yang besar, Akbar, panggilan sayang kami untuk dia, tidak pergi ke sekolah, karena kami bangun kesiangan :P Hari telah menunjukkan pukul 10 pagi. Saat itu, aku belum juga beranjak dari tempat tidurku. Aku masih berbaring, sambil berharap kondisi tubuhku segera membaik. Ternyata, anakku yang paling kecil, Emiershah, merengek-rengek, mungkin karena perutnya lapar, karena memang dari tadi, dia belum sarapan, dan perutnya hanya di isi dgn air susuku. Karena kondisi tubuhku masih terasa tidak enak, aku hanya mendiamkan anakku yang bungsu, sehingga dia terus menangis. Tidak lama kemudian, Akbar, menawarkan ku roti beserta teh manis. Dia bilang "bunda, mau gak kakak Akbar bikinin teh sama roti?" ya Allah, terharu sekali aku mendengarnya. Dia tersentuh untuk membantuku, menyiapkan sarapan untukku dan adiknya. Tidak lama kemudian, Akbar kembali lagi sambil membawakan roti yang sudah diolesi mentega dan meses, beserta teh hangat. Tak lupa, dia juga membuatkan roti untuk adiknya, Emiershah. Aku peluk Akbar, sambil mengucapkan terima kasih dan mengatakan kepada dia, betapa beruntungnya bunda memiliki anak seperti kakak Akbar. Dia tersenyum mendengar ucapannya. Kemudian dia berkata lagi " tadinya, teh nya kakak cicipin, tapi airnya panas. trus kakak tambahin air dingin, jadi teh nya anget bunda". Ya Allah.......sungguh aku sangat terharu mendengarnya. Usianya baru 5 tahun, tapi dia sudah memiliki inisiatif seperti itu.
Rasanya aku tidak pernah berhenti untuk mengucap syukur atas hadiah terindah yang Engkau telah berikan kepadaku dan suamiku. Kedua anak yang dapat menyenangkan hati kedua orangtuanya. Sungguh.....aku sangat terharu dengan kejadian pagi itu. dan selalu berbekas di ingatanku. Segera setelah suamiku pulang dari kantor, aku ceritakan kejadian itu ke suamiku. Dengan senyumannya, suamiku bilang "makanya, Akbar tuh jangan sering dimarahin" T_T Maafin bunda yah kak, jika bunda tidak sabar dalam menghadapi tingkah laku kalian berdua. Bunda lagi belajar menjadi orang sabar, sabar menghadapi kalian, sabar menghadapi ayah kalian dan sabar dalam menghadapi semuanya. Doakan bunda yah sayang........Bunda sangat sangat sangat menyayangi kalian.

23 September 2010

Kisah Meja Kayu


Suatu ketika, ada seorang kakek yang harus tinggal dengan anaknya. Selain itu, tinggal pula menantu, dan anak mereka yang berusia 6 tahun. Tangan orangtua ini begitu rapuh, dan sering bergerak tak menentu. Penglihatannya buram, dan cara berjalannya pun ringkih. Keluarga itu biasa makan bersama di ruang makan. Namun, sang orangtua yang pikun ini sering mengacaukan segalanya. Tangannya yang bergetar dan mata yang rabun, membuatnya susah untuk menyantap makanan. Sendok dan garpu kerap jatuh ke bawah. Saat si kakek meraih gelas, segera saja susu itu tumpah membasahi taplak.

Anak dan menantunya pun menjadi gusar. Mereka merasa direpotkan dengan semua ini. “Kita harus lakukan sesuatu, ” ujar sang suami. “Aku sudah bosan membereskan semuanya untuk pak tua ini.” Lalu, kedua suami-istri ini pun membuatkan sebuah meja kecil di sudut ruangan. Disana, sang kakek akan duduk untuk makan sendirian, saat semuanya menyantap makanan. Karena sering memecahkan piring, keduanya juga memberikan mangkuk kayu untuk si kakek.

Sering, saat keluarga itu sibuk dengan makan malam mereka, terdengar isak sedih dari sudut ruangan. Ada airmata yang tampak mengalir dari gurat keriput si kakek. Namun, kata yang keluar dari suami-istri ini selalu omelan agar ia tak menjatuhkan makanan lagi. Anak mereka yang berusia 6 tahun memandangi semua dalam diam.

Suatu malam, sebelum tidur, sang ayah memperhatikan anaknya yang sedang memainkan mainan kayu. Dengan lembut ditanyalah anak itu. “Kamu sedang membuat apa?”. Anaknya menjawab, “Aku sedang membuat meja kayu buat ayah dan ibu untuk makan saatku besar nanti. Nanti, akan kuletakkan di sudut itu, dekat tempat kakek biasa makan.” Anak itu tersenyum dan melanjutkan pekerjaannya.

Jawaban itu membuat kedua orangtuanya begitu sedih dan terpukul. Mereka tak mampu berkata-kata lagi. Lalu, airmatapun mulai bergulir dari kedua pipi mereka. Walau tak ada kata-kata yang terucap, kedua orangtua ini mengerti, ada sesuatu yang harus diperbaiki. Malam itu, mereka menuntun tangan si kakek untuk kembali makan bersama di meja makan. Tak ada lagi omelan yang keluar saat ada piring yang jatuh, makanan yang tumpah atau taplak yang ternoda. Kini, mereka bisa makan bersama lagi di meja utama.


Pesan Moral:

Anak adalah cerminan dari kita. Mata mereka akan selalu mengamati, telinga mereka akan selalu menyimak, dan pikiran mereka akan selalu mencerna setiap hal yang kita lakukan. Mereka ada peniru. Jika mereka melihat kita memperlakukan orang lain dengan sopan, hal itu pula yang akan dilakukan oleh mereka saat dewasa kelak.

Orangtua yang bijak, akan selalu menyadari, bahwa setiap “bangunan jiwa” yang disusun adalah pondasi yang kekal buat masa depan anak-anak. Karena itu, mari susun bangunan itu dengan bijak. Berbuat baik pada orang lain, sama dengan tabungan masa depan.


Sumber: Conectique, Connecting Women

22 September 2010

Cinta dan Kehidupan

Sumber: Conectique, connecting women

Plato bertanya akan cinta dan kehidupan …

Suatu hari, Plato bertanya pada gurunya, “Apa itu cinta? Bagaimana saya menemukannya? Gurunya menjawab, “Ada ladang gandum yang luas didepan sana. Berjalanlah kamu dan tanpa boleh mundur kembali, kemudian ambillah satu saja ranting. Jika kamu menemukan ranting yang kamu anggap paling menakjubkan, artinya kamu telah menemukan cinta” .

Plato pun berjalan, dan tidak seberapa lama, dia kembali dengan tangan kosong, tanpa membawa apapun.

Gurunya bertanya, “Mengapa kamu tidak membawa satupun ranting?” Plato menjawab, “Aku hanya boleh membawa satu saja,dan saat berjalan tidak boleh mundur kembali (berbalik)”.

Sebenarnya aku telah menemukan yang paling menakjubkan, tapi aku tak tahu apakah ada yang lebih menakjubkan lagi di depan sana, jadi tak kuambil ranting tersebut. Saat kumelanjutkan berjalan lebih jauh lagi, baru kusadari bahwa ranting-ranting yang kutemukan kemudian tak sebagus ranting yang tadi, jadi tak kuambil sebatangpun pada akhirnya”.

Gurunya kemudian menjawab ” Jadi ya itulah cinta”

Di hari yang lain, Plato bertanya lagi pada gurunya,”Apa itu perkawinan? Bagaiman a saya bisa menemukannya?” Gurunya pun menjawab “Ada hutan yang subur didepan sana. Berjalanlah tanpa boleh mundur kembali (menoleh) dan kamu hanya boleh menebang satu pohon saja. Dan tebanglah jika kamu menemukan pohon yang paling tinggi, karena artinya kamu telah menemukan apa itu perkawinan”.

Plato pun berjalan, dan tidak seberapa lama, dia kembali dengan membawa pohon. Pohon tersebut bukanlah pohon yang segar/subur, dan tidak juga terlalu tinggi. Pohon itu biasa-biasa saja.

Gurunya bertanya, “Mengapa kamu memotong pohon yang seperti itu?” Plato pun menjawab, “sebab berdasarkan pengalamanku sebelumnya, setelah menjelajah hampir setengah hutan, ternyata aku kembali dengan tangan kosong. Jadi dikesempatan ini, aku lihat pohon ini, dan kurasa tidaklah buruk-buruk amat, jadi kuputuskan untuk menebangnya dan membawanyakesini. Aku tidak mau menghilangkan kesempatan untuk mendapatkannya”

Gurunya pun kemudian menjawab, “Dan ya itulah perkawinan”.

=======================================
Pesan Moral :

Cinta itu semakin dicari, maka semakin tidak ditemukan. Cinta adanya di dalam lubuk hati, ketika dapat menahan keinginan dan harapan yang lebih. Ketika pengharapan dan keinginan yang berlebih akan cinta, maka yang didapat adalah kehampaan… tiada sesuatupun yang didapat, dan tidak dapat dimundurkan kembali. Waktu dan masa tidak dapat diputar mundur. Terimalah cinta apa adanya.

Pernikahan adalah kelanjutan dari Cinta. Adalah proses mendapatkan kesempatan, ketika kita mencari yang terbaik diantara pilihan yang ada, maka akan mengurangi kesempatan untuk mendapatkannya. Ketika kesempurnaan ingin kita dapatkan, maka sia-sialah waktumu dalam mendapatkan pernikahan itu, karena sebenarnya kesempurnaan itu hampa adanya.


Cinta Ada Di Mata Perempuan

Sumber: Conectique, connecting women


Seorang anak laki-laki kecil bertanya pada ibunya

"Mengapa ibu menangis?"
"Karena aku perempuan," jawab ibu.
"Aku tidak mengerti", kata anak laki-laki itu.
Ibu lalu memeluk anaknya dan berkata,
"Dan kau tak akan pernah mengerti".

Kemudian anak laki-laki itu bertanya kepada ayahnya,
"Mengapa ibu suka menangis tanpa alasan?"
"Semua perempuan menangis tanpa alasan", hanya itu yang dapat dikatakan oleh ayahnya.

Anak itu pun tumbuh menjadi seorang laki-laki dewasa, dan ia tetap ingin tahu mengapa perempuan menangis. Akhirnya ia menghubungi Tuhan, dan bertanya, "Tuhan, mengapa perempuan sangat mudah menangis?"

Tuhan berkata:
"Ketika Aku menciptakan perempuan, ia diharuskan untuk menjadi sosok yang istimewa.
Aku membuat bahunya cukup kuat untuk menopang dunia; namun, cukup lembut untuk memberikan kenyamanan. Aku memberikannya kekuatan dari dalam untuk mampu melahirkan anak dan menerima penolakan yang seringkali datang dari anak-anaknya.

"Aku memberinya kekerasan untuk membuatnya tetap tegar ketika orang-orang lain menyerah, dan mengasuh keluarganya dengan penderitaan dan kelelahan tanpa mengeluh.

"Aku memberinya kepekaan untuk mencintai anak-anaknya dalam setiap keadaan, bahkan ketika anaknya bersikap sangat menyakiti hatinya.

"Aku memberinya kekuatan untuk mendukung suaminya dalam kegagalan dan melengkapi dengan tulang rusuk suaminya untuk melindungi hatinya.

"Aku memberinya kebijaksanaan untuk mengetahui bahwa seorang suami yang baik takkan pernah menyakitinya, tetapi kadang menguji kekuatan dan ketetapan hatinya untuk berada di sisi suaminya tanpa ragu.

"Dan akhirnya, Aku memberinya air mata untuk diteteskan. Ini adalah khusus miliknya untuk digunakan kapan pun ia butuhkan.

"Kau tahu, kecantikan perempuan bukanlah pakaian yang dikenakannya, sosok yang ia tampilkan, atau cara ia menata rambutnya.

"Kecantikan perempuan harus dilihat dari matanya, karena itulah pintu hatinya - tempat cinta berada."

EMANSIPASI PRIA, ANTARA AKU, TUHANKU, DAN ISTRIKU


Seorang lelaki berdoa: "Oh Tuhan, saya tidak terima. Saya bekerja begitu keras di kantor, sementara istri saya enak-enakan di rumah. Saya ingin memberinya pelajaran, tolonglah ubahlah saya menjadi istri dan ia menjadi suami."

Tuhan merasa simpati dan mengabulkan doanya. Keesokan paginya, lelaki yang telah berubah wujud menjadi istri tersebut, terbangun dan cepat-cepat ke dapur menyiapkan sarapan. Kemudian membangunkan kedua anaknya untuk bersiap-siap ke sekolah.

Kemudian ia mengumpulkan dan memasukkan baju-baju kotor ke dalam mesin cuci. Setelah suami dan anak pertamanya berangkat, ia mengantar anaknya yang kecil ke sekolah taman kanak-kanak.

Pulang dari sekolah TK, ia mampir ke pasar untuk belanja. Sesampainya di rumah, setelah menolong anaknya ganti baju, ia menjemur pakaian dan kemudian memasak untuk makan siang.

Selesai memasak, ia mencuci piring-piring bekas makan pagi dan peralatan yang telah dipakai memasak. Begitu anaknya yang pertama pulang, ia makan siang bersama kedua anaknya.

Tiba-tiba ia teringat ini hari terakhir membayar listrik dan telepon. Disuruhnya kedua anaknya untuk tidur siang dan cepat-cepat ia pergi ke bank terdekat untuk membayar tagihan tersebut.

Pulang dari bank ia menyetrika baju sambil nonton televisi. Sore harinya ia menyiram tanaman di halaman, kemudian memandikan anak-anak. Setelah itu membantu mereka belajar dan mengerjakan PR. Jam sembilan malam ia sangat kelelahan dan tidur terlelap. Tentu masih ada'pekerjaan- pekerjaan kecil lainnya' yang harus dikerjakan.

Dua hari menjalani peran sebagai istri ia tak tahan lagi. Sekali lagi ia berdoa, "Ya Tuhan, ampuni aku. Ternyata aku salah. Aku tak kuat lagi menjalani peran sebagai istri. Tolong kembalikan aku menjadi suami lagi."

Tuhan menjawab:

"Bisa saja. Tapi kamu harus menunggu sembilan bulan, karena saat ini kamu sedang hamil."


Sumber : Rachel - ILoveBlue.com

27 May 2010

PUISI BJ HABIBIE UNTUK ALMARHUMAH ISTRINYA

Hari ini beredar dari email ke email.
Entah betul atau tidak.
tapi karena bagus, saya tampilkan disini (aku juga dapet email dari tante ani, mama astrid).
isi suratnya bagus banget dan sangat menyentuh hati. Makanya aku selipin deh di diary bunda :)

Puisi BJ Habibie utk almarhum istrinya


Sebenarnya ini bukan tentang kematianmu, bukan itu.

Karena, aku tahu bahwa semua yang ada pasti menjadi tiada pada akhirnya,

dan kematian adalah sesuatu yang pasti,

dan kali ini adalah giliranmu untuk pergi, aku sangat tahu itu.


Tapi yang membuatku tersentak sedemikian hebat,

adalah kenyataan bahwa kematian benar-benar dapat memutuskan kebahagiaan dalam diri seseorang, sekejap saja, lalu rasanya mampu membuatku menjadi nelangsa setengah mati, hatiku seperti tak di tempatnya, dan tubuhku serasa kosong melompong, hilang isi.

Kau tahu sayang, rasanya seperti angin yang tiba-tiba hilang berganti kemarau gersang.

Pada airmata yang jatuh kali ini, aku selipkan salam perpisahan panjang,

pada kesetiaan yang telah kau ukir, pada kenangan pahit manis selama kau ada,

aku bukan hendak megeluh, tapi rasanya terlalu sebentar kau disini.

Mereka mengira aku lah kekasih yang baik bagimu sayang,

tanpa mereka sadari, bahwa kaulah yang menjadikan aku kekasih yang baik.

mana mungkin aku setia padahal memang kecenderunganku adalah mendua, tapi kau ajarkan aku kesetiaan, sehingga aku setia, kau ajarkan aku arti cinta, sehingga aku mampu mencintaimu seperti ini.

Selamat jalan,

Kau dari-Nya, dan kembali pada-Nya,

kau dulu tiada untukku, dan sekarang kembali tiada.

selamat jalan sayang,

cahaya mataku, penyejuk jiwaku,

selamat jalan,

calon bidadari surgaku ....



BJ.HABIBIE
Powered by Telkomsel BlackBerry®

19 May 2010

Usia

Beberapa hari yang lalu, aku mendapatkan berita tentang sepupuku, yang meninggal dunia pada usia yang masih terbilang cukup muda, yaitu 29 tahun. Kaget.....sudah pasti. Sedih....yaahh bisa dibilang sedih juga, karena ga nyangka aja secepat itu dia pergi. Meskipun bisa dikatakan, kami kurang terlalu dekat sebagai sesama sepupu. Kami bertemu, jika ada acara keluarga besar, seperti acara pernikahan atau lebaran. Itu saja hanya "say hello", tanya kabar, dan ngobrol sekedarnya bersama sepupu-sepupu yang lain juga. Terakhir kali aku bertemu dengan dia, kira2 kapan yah?? Oktober tahun lalu pas aku pulang ke Indonesia? atau lebih lama lagi? aku juga sudah lupa, kapan terakhir kali aku bertemu dia. Sepupuku itu termasuk anak yang pendiam, jadi aku juga bingung kalo pas ketemu mau ngobrol tentang apa :)
Tapi, meskipun aku jarang bertemu dan "ngobrol" panjang lebar dengan dia, berita tentang kepergiannya untuk selama-lamanya, membuat aku cukup terkejut dan tidak percaya. Secepat itukah? rasanya baru kemarin aku bertemu dia, melihat dia......rasa tidak percaya itu masih aku rasakan sampai detik ini. Umur.....memang tidak ada yang pernah tahu, umur.....tidak ada yang bisa meramalkan, kapan ajal itu datang menjemput kita, bisa secara tiba-tiba tanpa memberikan kesempatan kita untuk berpamitan dengan orang-orang yang kita sayangi dan cintai.
Usia muda atau usia tua......jika yang diatas berkehendak, maka tidak ada yang bisa mencegahnya. Ya Allah.......entahlah, apa yang bisa aku katakan. Kepergian sepupuku.....kembali membuatku termenung. Di dunia ini tidak ada yang abadi, tidak ada yang akan kita bawa ke alam sana, kecuali amal ibadah. Orangtua, anak, suami/istri, harta, teman.....semua akan ditinggalkan. Hanya sehelai kain kafan. Astagfirullahalazim....ya Allah...aku takut, aku merasa belum siap untuk menghadapi saat itu, dimana aku pergi untuk selama-lamanya. Meninggalkan suami dan anak-anakku. Ya Allah.....berilah aku waktu (jika aku boleh meminta), untuk menjaga anak-anakku hingga mereka dewasa dan menikah ya Allah...ya Allah...ya Allah....Engkau Maha Segalanya....Maha Penguasa isi dunia ini.
Selamat jalan sepupuku.....semoga Allah mengampuni segala dosa-dosamu, dan Allah menyiapkan tempat terindah di sisi Nya. Amin

Halle, 19 Mei 2010

4 May 2010

Separuh jiwaku pergi

Baru beberapa jam yang lalu, kamu pergi meninggalkan kami. Bukan, bukan pergi dalam arti kata untuk selamanya. Tapi pergi hanya 2 hari 1 malam untuk menghadiri pertemuan dengan pemberi beasiswamu (DAAD) di Bonn. Tapi rasanya, kok udah lama banget yah kamu ninggalin kami dan berasa ga enak banget. Rumah rasanya sepi, kakak Akbar selalu nanyain kapan kamu pulang, bunda bingung mau ngapain (padahal banyak kerjaan lho), adek Emier rewel terus (bukannya udah tiap hari yah adek nangis manja ga jelas gitu? hehehehhe). Mau ngajak anak-anak jalan keluar, tapi cuacanya jelek. Mendung, dingin dan hujan. Kasian anak-anak juga. Tapi kalo di rumah aja, mungkin mereka bosen. Fiuh...serba salah yah. Beres-beres rumah udah, ngasih makan anak-anak udah. Malahan sofa, meja makan, dan meja kecil, bunda dan kakak Akbar pindahin. Ganti suasana rumah gitu, sekalian bikin kejutan buat kamu hehehehe, Trus apalagi yaaahhh??? heemmm....
Kira-kira kamu sekarang lagi apa yah? udah nyampe belom yah? atau udah siap-siap menghadiri acara pertemuan itu? jangan lupa dandan yang keren, pake baju batiknya :) jangan pake baju yang asal. Trus trus.....jangan telat makan yah ayah....kami sangat merindukan mu, baru ditinggal sebentar aja tapi kok bawaannya udah melow aja yah? Gimana kalo ditinggal kamu selamanya? (Astagfirullahalazim.....amit2....ya Allah...buang lah pikiran jelek ini jauh-jauh). Kebayang yah gimana perasaan seorang istri yang ditinggal pergi selamanya oleh suaminya? atau sebaliknya, perasaan seorang suami yang ditinggal pergi selamanya oleh istrinya. Sedih? pasti. Merasa kehilangan? wajar. Karena udah ga ada lagi tempat untuk berbagi suka dan duka. Duh....jadi tambah melow aja nih apalagi nulisnya sambil dengerin lagunya Anang T_T tambah sedih aja deh...hiks...hiks...hiks.....
Hati-hati ya Ayah......Selamat sampai tujuan, sukses dengan acaranya. We miss you :)

24 February 2010

18 Febuari 2010

Ayah, ga terasa yah...udah 5 tahun kita menjalani bahtera rumah tangga. Ibaratkan kapal, perjalanan yang kita tempuh banyak gelombangnya. Kadang2 kalo cuacanya lagi bagus, kapal yang kita naikin juga enak, nyaman, ga ada goyangan. Tapi kalo cuacanya lagi jelek, wahhh...kapal yang kita tumpangin bisa bergoyang sangat kencang, ombak yang besar, dan petir dimana-mana. Itulah diibaratkannya pernikahan kita. Awal-awal kita menikah, sering terjadi keributan, dari hal yang sangat sepele (menurut kamu ^_^) dan tidak perlu dibesar-besarkan, menjadi besar. Tapi itulah yang namanya pernikahan, menyatukan dua insan yang berbeda (latar belakang, sifat, keinginan) menjadi satu. Tidak ada lagi yang namanya "aku" "kamu", tapi yang ada hanya "kita". Memang tidak mudah sih, seperti membalikkan kedua telapak tangan, Tapi kalo namanya cinta, semua harus dan pasti bisa. Sejak kita mengikrarkan janji setia, sehidup semati, kita sudah menjadi satu pribadi yang utuh, sudah menjadi kita, yang harus saling sayang, saling mencintai, saling mendukung dalam keadaan apapapun juga, saling menjaga hati masing-masing, sehingga pernikahan kita bisa langgeng sampai kapanpun juga (kalo bisa kita juga berjodoh di akhirat nanti dan Allah menyiapkan surga terindah untuk kita dan anak-anak. amin)
Ayah....bunda sangat sangat sangat beruntung memiliki suami sepertimu. kalo diucapin satu-satu disini, rasanya ga cukup deh. Jadi mendingan bunda simpan di dalam hati saja yah. Cukup mengucapakan Alhamdulillah karena Allah telah mengirimkan jodoh yang terbaik menurut Allah untuk bunda. Alhamdulillah juga, bunda dikarunia dua anak yang pintar-pintar (kaya ayahnya ^_^), cakep-cakep (kaya bundanya ^_^), semoga anak-anak kita juga mempunyai sifat yang baik, disenangi banyak orang dan doa-doa yang baik untuk kita sekeluarga. Terima kasih ayah atas lima tahun pernikahan kita. Semoga Allah selalu melimpahkan hidayah, berkah, rahmat Nya untuk kita dan anak-anak. Terima kasih sekali, cintaku, terima kasih juga udah traktir kami di resto vietnam (enak banget....sering2 aja yah hehehehe). Oia...bunda selipin juga lagu yang ayah kirim lwt facebook pas hari pernikahan kita (tapi kayanya teks nya aja deh yah) ^_^

Happy our anniversary, my beloved wife,...

My best friend..

The first time I looked in your eyes I knew
There was something special inside of you
You awakened my passion and my curiosity
You were so sincere, I knew you would be there for me

Ooh, you gave me joy that I never knew
You were so dear to me love me 'cause I needed ...you
You've help me get through the worse times in my life
You've shared my sadness , my pain, my strife

Whenever I dream the impossible dreams
You assured me that they would come true {Mmm...mmm...}
You stayed in my corner no matter what life would bring
And I pledged my love to you

You are the piece of the puzzle I need
To make my life full and complete

I love you so
And thanks for being my best friend

Ooh, just like the rain falling to the ground
You washed away my doubts and turned my life around
You made everything good in my life that was bad
Oh, you're the greatest friend that I ever had

I want you to be {Oh, baby} right here beside me {Mmm, hmm}
Forever and a day
For you are my strength (My strength), you are my future (My future)
And I need you here to stay (And I need you here to stay, you are)

You are the piece of the puzzle I need (Ooh, baby)
To make my life full and complete (Full and complete)
I love you so
And thanks for being my best friend

Oh, what (What did I give you) did I give you
In return for the hope that you've given me
Just ask and whatever you want
It will be, it will be {Whoa...oh...oh...}

You are the piece of the puzzle I need
To make my life full and complete
I love you so
And thanks for being my best friend (Oh, baby)

You are the piece (You are the piece) of the puzzle I need (The puzzle I need)
To make my life (To make my life ) full and complete (Full and complete)
I love you so
And thanks for being (Ooh, girl)
I love you so
And thanks for being (Ooh, girl)
I love you so (Yeah, yeah)
And thanks for being my best friend

Atlantic Starr My Best Friend
www.youtube.com
From Atlantic Starr Album "time"

Papa

Pagi ini, aku mendapatkan email dari keluarga, yang isinya tentang seorang papa. Aku membacanya, dan sangat menyentuh hatiku. Ternyata bukan hanya seorang mama yang berjasa dalam kehidupanku, tapi papa juga sangat sangat sangat berjasa. Papa.....papa....papa....mengalir lagi airmataku, ketika mengingat dan menyebut nama itu. Papa selalu mengingatkanku untuk sholat tepat waktu, mengajarkan anak-anakku untuk mengaji, jangan lupa sholat tahajud, email-email yang sering beliau kirimkan mengenai islam (puasa, sholat, taat suami, dll) sering dibaca atau tidak. Meskipun beliau jauh disana, tapi beliau masih selalu mengingatkan ku melalui telfon ataupun email. Papa..... T_T

Papa.......
Entah kata apalagi yang bisa aku berikan kepadamu,
sebagai ungkapan rasa terima kasihku kepadamu..
Engkau selalu memberikan perhatianmu pada kami, kakak2 dan adik2
Sedari kecil hingga aku menjadi seorang Ibu dari cucu-cucumu.

Papa......
Kuteringat dulu kala aku masih kecil.
Engkau sebagai pendidik selalu keras terhadap anak-anakmu.
Tapi kutahu itu semua demi kebaikan anak-anakmu.
Karena aku tahu di balik sifat kerasmu itu terselip kelembutan hatimu.

Papa......
Aku teringat sekali ketika aku terbaring tak berdaya karena aku harus menjalani operasi,
engkau menyiratkan wajahmu yang sangat mencemaskanku.
Engkau katakan "seandainya bisa papa gantikan, papa gantikan sakitmu nak,
karena papa yang sudah tua."

Papa . . .
Betapa beratmu melepaskanku ketika aku harus melanjutkan pendidikan di kota lain.
Walau dengan perasaan galau karena akan kehilangan, engkau melepasku juga.
Semua demi cita-cita dan masa depan anakmu ini.

Papa......
Sekarang engkau semakin renta di makan usia,
namun tak pernah sedetikpun melepaskan bayangmu tentangku.
Entah apa yang bisa aku berikan untukmu,
sebagai ungkapan rasa terima kasihku padamu.
Mungkin materi, atau apapun yang kuberikan untukmu takkan cukup untuk membalas kasih sayangmu kepadaku.

Papa......
Di usia senjamu ini, maafkanlah aku yang belum bisa membahagiakanmu.
Kuingat betul engkau pernah berkata ini padaku.....
" Papa tak membutuhkan apapun dari anak-anakku, sungguh papa melihat kalian hidup bahagia saja sudah merupakan kebahagiaan yang tak terhingga."

Ya Allah...... yang maha pengasih lagi maha penyayang . . .
Muliakanlah papaku ini .....
Percayalah papa, bahwa anakmu ini hidup bahagia.
Sudah waktunya papa juga memikirkan diri papa sendiri.
Seharusnya aku sekarang yang memikirkan papaku yang kusayangi.

Papa......
Tak ada kata yang indah terucap dari bibirku ini kecuali "TERIMA KASIH".
Tak ada yang bisa gantikan dirimu di hatiku.
Aku sayang papa.....
Aku kangen papa.....
Mungkin hanya Doa yang dapat ku panjatkan ke haribaanNya.

Ya Allah....... yang maha pengasih lagi maha penyayang . . .
Jagalah papaku di dalam tidur dan terjaganya.
Berikan aku kesempatan yang terbaik untuk membahagiakan papa dan mamaku ....

Papa......
Rinduku hanya bisa ku bisikkan melalui perantaraan angin nan lalu dimuka rumahku ....

Maha suci Allah dengan segala Firman-NYA.

28 January 2010

Waktu kita

Copy paste dari milist seorang saudara. Mudah-mudahan bisa menjadi bahan perenungan kita dalam menjalani kehidupan sehari2, sehingga kita bisa berguna bagi diri sendiri maupun orang lain


Lucu ya,
uang Rp 20,000an kelihatan begitu besar bila dibawa ke kotak amal mesjid,
tapi begitu kecil bila kita bawa ke mall…
Lucu ya,
45 menit terasa terlalu lama untuk berdzikir,
tapi betapa pendeknya waktu itu untuk pertandingan liga Italy…
Lucu ya,
betapa lamanya 2 jam berada di Masjid,
tapi betapa cepatnya 2 jam berlalu saat menikmati pemutaran film di bioskop…
Lucu ya,
susah merangkai kata untuk dipanjatkan saat berdoa atau sholat,
tapi betapa mudahnya cari bahan obrolan bila ketemu teman…
Lucu ya,
betapa serunya perpanjangan waktu di pertandingan bola favorit kita,
tapi betapa bosannya bila imam sholat Tarawih bulan Ramadhan kelamaan bacaannya…
Lucu ya,
susah banget baca Al-Quran 1 juz saja,
tapi novel best-seller 100 halaman pun habis dilalap…
Lucu ya,
orang-orang pada berebut paling depan untuk nonton bola atau konser
tapi berebut cari shaf paling belakang bila Jumatan agar bisa cepat keluar…
Lucu ya,
kita perlu undangan pengajian 3-4 minggu sebelumnya agar bisa disiapkan di agenda kita,
tapi untuk acara lain jadwal kita gampang diubah seketika…
Lucu ya,
susahnya orang mengajak partisipasi untuk dakwah,
tapi mudahnya orang berpartisipasi menyebar gossip…
Lucu ya,
kita begitu percaya pada yang dikatakan koran,
tapi kita sering mempertanyakan apa yang dikatakan Al Quran…
Lucu ya,
semua orang pinginnya masuk surga,
tapi susah untuk berprilaku jujur dan khusyu' ibadah, apalagi berprilaku ikhlas dan bertaqwa…
Lucu ya,
begitu banyak orang segan/takut sama boss, pejabat, dan orang "besar" lainnya,
tapi begitu banyak orang yang cuek kepada Ar Raqiib…
Lucu ya,
kita bisa ngirim ribuan jokes lewat email,
tapi bila ngirim yang berkaitan dengan ibadah sering mesti berpikir dua-kali…
LUCU YA!
“Dan sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang mu’min bahwa sesungguhnya bagi mereka karunia yang besar dari Allah.” (QS. 33:4)

18 December 2009

Resep masakan

Resep masakan ini dari temenku. Waktu itu aku diajak makan siang di rumahnya, ternyata temenku itu lagi masak terong, ayam goreng potong kecil2 sama ikan sarden gitu. Setelah aku coba, rasanya enak banget. Suami dan anakku juga seneng. Akhirnya aku tanya resepnya dan katanya bumbunya gampang banget kok, pokoknya ga jauh-jauh dari bawang putih dan bawang merah. Siiiiip deh....setelah semua bahan ada, akhirnya ketiga masakan itu aku praktekin, dan ternyata alhamdulillah enak banget. Suami dan anakku makannya lahap banget. Makasih yah mba ^_^

Ikan sarden
Bahannya: ikan sarden kalengan
Bumbu: bawang putih 3 butir
bawang bombay 1 buah
kecap
tomat 1 buah
garam secukupnya
cara:
Semua bumbu diulek kecuali kecap. trus bumbu halusnya ditumis. Setelah matang, masukin ikan sardennya. abis itu, baru deh masukin kecap. Jangan lupa diicip-icip yah ^_^


Terong
Bahannya: terong
Bumbu: Bawang putih
Bawang merah
cabe
tomat
terasi atau baby shrimp
garam
Cara:
bumbu nya diulek. trus bumbu halusnya ditumis. setelah matang, masukkan terong yang sudah dipotong-potong kecil. Jangan lupa masukin garam yah ^_^

Ayam goreng tepung
Bahan: ayam filet atau dada ayam biasa, dipotong ukuran kecil2
bumbu: garam
bawang putih
telur 1 butir
tepung terigu
minyak goreng
Cara:
ayam dipotong kecil-kecil. Setelah itu masukkan garam dan bawang putih yang sudah ditumbuk halus. aduk-aduk. Setelah merata, campurkan 1 butir telur dan tepung terigu sedikit saja. Setelah selesai, langsung digoreng. HAngat lebih nikmat lho. Rasanya maknyusssss

Selamat mencoba

Hadiah untuk kakak

Hari jumat tanggal 11 desember 2009, ayah bunda diundang ke sekolahan kakak untuk merayakan weichnacht party bersama-sama dengan para guru dan orangtua murid lainnya. Acaranya berlangsung meriah dan menurut ayah bunda, weichnacht party nya sangat bagus dan merupakan sebuah kejutan untuk ayah bunda. Kejutan yang dimaksud adalah........kakak akbar tampil bersama teman-temannya dan seorang guru, menyanyikan sebuah lagu (sebenernya bunda ga tau loh kakak nyanyiin lagu apa, tapi yang pasti siy lagu yang berbahasa jerman hehehhe). Kakak akbar berdiri di depan, sambil menyanyi dan badannya sambil goyang ke kiri dan ke kanan. Setelah kakak akbar dan teman-temannya selesai bernyanyi, para orangtua dan guru-guru tepuk tangan, dan berkata "super"..."prima".......wahh...pada saat itu, rasa senang bercampur bangga meliputi hati bunda. Kakak sudah besar yah, ga terasa T_T Sesaat kemudian, kakak akbar menghampiri ayah bunda sambil membawakan hasil karyanya yang dibuat di sekolahan, yaitu berupa pohon cemara plastik yang ditusuk di atas kotak. Ayah dan bunda sangat senang menerimanya. Ayah bunda terima hadiah itu sambil mencium pipi kakak akbar.
Yang membuat ayah dan bunda sangat bangga terhadap kakak akbar adalah pada saat para orangtua murid dan guru-guru tepuk tangan, kakak akbar ga nangis dan ga marah-marah. Biasanya niy, sebelum kakak sekolah, kakak akbar tuh paling marah dan ga suka kalo ada orang yang ketawa-ketawa apalagi tepuk tangan untuk dia. Alhamdulillah, sekarang kakak akbar udah berubah semenjak sekolah. Banyak banget perubahan dalam diri kakak akbar. Perubahannya sangat banyak terutama dalam kemandirian.
Sebagai hadiah atas keberanian kakak, yang membuat ayah bunda senang dan bangga, maka ayah dan bunda memutuskan untuk memberikan kejutan untuk kakak. Beberapa hari sebelumnya, ayah bunda sengaja pesan barangnya, berupa laptop mainan, di internet. Kata temen bunda, laptop mainan itu bagus banget untuk kakak akbar belajar. Isi dari laptop itu macem-macem, ada 36 program (kalo ga salah), ada pelajaran berhitung, musik, permainan, ada juga yang berbahasa jerman. Alhamdulillah, harganya juga ga terlalu mahal. Akhirnya ayah bunda langsung pesan itu barang. Beberapa hari kemudian, barangnya datang dan langsung ayah bunda kasih ke kakak Akbar. Terusss...gimana reaksinya kakak akbar yah???? heem....pastinya kakak akbar seneeeeng banget, ketawa-ketawa, trus ga sabaran deh langsung minta di idupin laptopnya, supaya kakak akbar bisa maen. Senangnya liat ketawa kakak akbar, semoga laptop barunya bikin kakak tambah jago bahasa jerman dan bisa menghitung yah....(amin) Terima kasih yah kakak akbar, karena telah membuat ayah bunda sangat bangga dengan kakak ^_^ Kami selalu menyayangimu

9 December 2009

"Matahari lagi bobok"

Akbar (4 tahun), anakku yang pertama, selalu bertanya tentang segala hal. apa saja ia tanyakan kepada ayah bundanya. Kenapa begini, kenapa begitu. Akbar selalu bersifat kritis dalam menjawab semua pertanyaan maupun jawaban yang kami sampaikan. Akbar tidak cepat puas dalam menerima jawaban yang kami berikan.
Hingga suatu pagi, pada saat suamiku mengantar akbar ke sekolah, akbar bertanya kepada suamiku yang kemudian dijawab dengan sekena nya saja oleh suamiku (karena kata suamiku, pada saat akbar bertanya, pikiran suamiku lagi dipenuhi oleh berbagai macam permasalahan termasuk masalah risetnya). Setelah aku mendengarkan cerita dari suamiku, aku tertawa. Hhhhh......bisa kacau niy kalo suamiku menjawab dengan asal2an. bisa-bisa nanti Akbar akan bercerita di sekolah, di depan guru dan teman-temannya. wahh....yang ada mereka semua akan bengong mendengar cerita akbar (yang sumbernya dari si ayah, yang menjawab dengan asal-asalan).
Kurang lebih begini dialog antara akbar dan ayahnya:

Di negara-negara subtropis, di musim dingin, waktu gelap lebih lama dari waktu terang. Jam 8 pagi seperti jam 5.30 pagi (wkt ind). Sepanjang perjalanan mengantar anakku (Akbar) ke sekolah.

Akbar: "yah, kok masih gelap ya? mataharinya kemana ya, yah?"
Gw: (krn pikiran gw isinya macem2, ya riset lah, kasus bank centrury lah dan memikirkan bagiamana nasib bangsa ini kedepan :D) akhirnya gw jawabnya ngasal. " Mataharinya lagi bobok, nak, belum bangun"
Akbar: "pake selimut ya, yah?"
Gw: diem sebentar. "iya pake selimut"
Akbar : "kalo udah bangun, nanti mataharinya sekolah nggak, ya yah?"
Gw : §$$%$%&/(())=?@@@

6 December 2009

resep masakan

kemaren, ayahnya anak-anak minta dibikinin masakan ikan lempah kuning, masakan kegemarannya selain pempek dan tekwan. Masakan ini asalnya dari bangka. Tadinya siy ga tau cara buatnya gimana. Trus aku coba tanya deh dengan kakak iparku. Pas resepnya udah dapet, langsung deh aku praktekin. Ternyata proses pembuatannya gak terlalu sulit dan bumbunya pun simpel bgt. Suamiku seneeeeeeennnggggg bgt dan makannya nafsu, sampe nambah berkali-kali. Kakak akbar juga seneng banget sama masakanku ini. Heeeemmm....jadi seneng nih masakin lagi buat mereka. Resepnya aku tulis disini, biar gampang liatnya trus biar ga ilang juga kalo sewaktu2 aku mau masak masakan ini lagi

Ikan lempah kuning

bahannya:
ikan tenggiri atau ikan kembung (sama2 enak kok)

Bumbunya:
Bawang merah 10 butir (lebih banyak juga enak)
Kunyit, lengkuas, cabe, terasi, garam, daun sereh, dan belimbing sayur (kalo ga ada, bisa diganti dengan asem jawa). Bumbunya bisa disesuain dengan jumlah ikan. kemaren siy pas masak, jumlah bumbunya dikira2 aja, ga ada ukuran yang pasti ^_^

caranya:
ikan dibersihin, direndem pake garam dan asem jawa. trus bumbunya diulek ato diblender. setelah itu rebus air sepanci (airnya agak banyak jg ga papa, lebih enak). kalo airnya udah mendidih, masukin bumbu trus masukin ikannya. baru deh dicip-icip apa rasanya udah enak ato belum. masakan ini rasanya asem-asem seger. pokoknya enak deh kalo dimakan pas cuacanya dingin. heemmmmm....muantafffff

30 November 2009

Saat Kau Berumur

notes ini aku cpy paste juga dr milis tetangga. sedih aja bacanya. teringat mama yang jauuuuhhh disana. fiiuhhh...lagi apa yahhh mama skrg? semoga mama sehat2 selalu. amin

Ketika usiamu 1 tahun, dia menyuapi dan memandikanmu. Tetapi, kau malah menangis sepanjang malam.
Ketika usiamu 2 tahun, dia mengajarimu bagaimana cara berjalan. Tetapi, kau malah kabur saat dia memanggilmu.
Ketika usiamu 3 tahun, dia memasakkan semua makananmu dengan kasih sayang. Tetapi, kau malah buang piring berisi makanan itu ke lantai.
Ketika usiamu 4 tahun, dia memberimu pensil berwarna. Tetapi, kau malah coret-coret dinding rumah dan meja makan.
Ketika usiamu 5 tahun, dia membelikanmu pakaian-pakaian yang mahal dan indah. Tetapi kau memakainya untuk bermain di kubangan lumpur dekat rumah.
Ketika usiamu 6 tahun, dia mengantarmu pergi ke sekolah. Tetapi, kau malah berteriak, "Nggak mau!"
Ketika usiamu 7 tahun, dia membelikanmu bola. Tetapi, kau lemparkan bola ke jendela tetangga.
Ketika usiamu 8 tahun, dia memberimu es krim. Tetapi, kau malah tumpahkan hingga mengotori seluruh bajumu.
Ketika usiamu 9 tahun, dia membayar mahal untuk kursus pianomu. Tetapi, kau sering bolos dan sama sekali tidak pernah berlatih.
Ketika usiamu 10 tahun, dia mengantarmu ke mana saja. Tetapi, kau malah melompat keluar mobil tanpa memberi salam.
Ketika usiamu 11 tahun, dia mengantar kau dan teman-temanmu ke bioskop. Tetapi, kau minta dia duduk di baris lain.
Ketika usiamu 12 tahun, dia melarangmu menonton acara TV khusus orang dewasa. Tetapi, kau malah menunggunya sampai dia keluar rumah.
Ketika usiamu 13 tahun, dia menyarankanmu untuk memotong rambut, karena sudah waktunya. Tetapi, kau malah katakan dia tidak tahu mode.
Ketika usiamu 14 tahun, dia membayar biaya untuk kempingmu selama sebulan liburan. Tetapi, kau tak pernah meneleponnya.
Ketika usiamu 15 tahun, pulang kerja dia ingin memelukmu. Tetapi, kau malah mengunci pintu kamarmu.
Ketika usiamu 16 tahun, dia ajari kau mengemudi mobilnya. Tetapi, kau malah pakai mobilnya setiap ada kesempatan tanpa peduli kepentingannya.
Ketika usiamu 17 tahun, dia sedang menunggu telepon penting. Tetapi, kau pakai telepon nonstop semalaman.
Ketika usiamu 18 tahun, dia menangis terharu ketika kau lulus SMA. Tetapi, kau malah berpesta dengan temanmu hingga pagi.
Ketika usiamu 19 tahun, dia membayar biaya kuliahmu dan mengantarmu ke kampus pada hari pertama. Tetapi, kau malah minta diturunkan jauh dari pintu gerbang.
Ketika usiamu 20 tahun, dia bertanya, "Dari mana saja seharian ini?" Tetapi kau malah menjawab, "Ah cerewet amat sih, ingin tahu urusan orang!"
Ketika usiamu 21 tahun, dia menyarankan satu pekerjaan yang bagus untuk karirmu di masa depan. Tetapi, kau katakan "Aku tidak ingin seperti Ibu."
Ketika usiamu 22 tahun, dia memelukmu dengan haru saat kau lulus perguruan tinggi. Tetapi, kau malah bertanya, "kapan kau bisa ke Bali?"
Ketika usiamu 23 tahun, dia membelikanmu 1 set furnitur untuk rumah barumu. Tetapi, kau malah ceritakan pada temanmu betapa jeleknya furnitur itu.
Ketika usiamu 24 tahun, dia bertemu dengan tunanganmu dan bertanya tentang rencana-nya di masa depan. Tetapi, kau malah mengeluh, "Aduuh, bagaimana Ibu ini, kok bertanya seperti itu?"
Ketika usiamu 25 tahun, dia membantumu membiayai pernikahamu. Tetapi, kau malah pindah ke kota lain yang jaraknya 500 km.
Ketika usianu 30 tahun, dia memberikan beberapa nasihat bagaimana merawat bayimu. Tetapi, kau malah berkata, "Bu, sekarang zamannya sudah berbeda!"
Ketika usiamu 40 tahun, dia menelepon untuk memberitahukan pesta ulang tahun salah seorang kerabat. Tetapi, kau malah menjawab, "Bu, saya sibuk sekali,nggak ada waktu."
Dan hingga suatu hari, dia meninggal dengan tenang. Dan tiba-tiba kau teringat semua yang belum pernah kau lakukan, hingga mereka datang menghantam hatimu bertubi-tubi bagaikan palu godam.

JIKA BELIAU MASIH ADA, JANGAN LUPA MEMBERIKAN KASIH SAYANGMU LEBIH DARI YANG PERNAH KAU BERIKAN SELAMA INI!

Pernahkah kau menyelami perasaan Ibundamu. mencoba mengerti apa yang beliau rasakan saat ini. Atau, bisakah kau mencoba hanya untuk sekedar merabanya? Ya, merabanya. Mungkin dengan begitu kau bisa merasakan setiap getar perubahan rasa dan jiwa yang dialaminya. Mungkin saat ini beliau tengah gelisah menunggumu pulang dari sekolah. Mungkin beliau khawatir akan pergaulanmu yang tanpa pilih-pilih teman. Atau gelisah dengan biaya sekolahmu yang tak sanggup ditanggungnya lagi. Dan masih banyak seribu kemungkinan yang lain.
Ketahuilah, kau bisa membahagiakan beliau. Kau bisa berbakti dengan kasih sayang. Walau kasih sayang yang dimilikinya takkan sanggup kau tandingi, namun kau bisa memberikan penghormatan dan perhatian. Kau bisa membantunya menuntaskan pekerjaan rumah tangga yang menyita waktunya. Atau menjadi mentarinya, menjadi rembulannya, menjadi bintang cemerlang. Kau bisa menjadikan hasil studimu sebagai kebanggaannya. Kau bisa menjadikan kesungguhanmu menjadi obat dari kekhawatirannya.
Jika kau bisa menjadi pendengar yang baik bagi sahabat-sahabatmu, kenapa untuk Ibu, kau enggan melakukannya?

29 November 2009

DOSA YG LEBIH HEBAT DARI DOSA BERZINA

copy paste juga dr milis tetangga.....

Pada suatu senja yang lenggang, terlihat seorang wanita berjalan
terhuyung-huyung.
Pakaiannya yang serba hitam menandakan bahwa ia berada dalam duka cita
yang mencekam.
Kerudungnya menangkup rapat hampir seluruh wajahnya.
Tanpa rias muka atau perhiasan menempel di tubuhnya.
Kulit yang bersih, badan yang ramping dan roman mukanya yang ayu, tidak
dapat menghapus kesan kepedihan yang tengah meruyak hidupnya.
Ia melangkah terseret-seret mendekati kediaman rumah Nabi Musa a.s.
Diketuknya pintu pelan-pelan sambil mengucapkan salam. Maka terdengarlah
ucapan dari dalam "Silakan masuk". Perempuan cantik itu lalu berjalan
masuk sambil kepalanya terus merunduk.
Air matanya berderai tatkala ia berkata, "Wahai Nabi Allah. Tolonglah
saya, Doakan saya agar Tuhan berkenan mengampuni dosa keji saya."
"Apakah dosamu wahai wanita ayu?" tanya Nabi Musa as terkejut. "Saya
takut mengatakannya." jawab wanita cantik. "Katakanlah jangan
ragu-ragu!" desak Nabi Musa. Maka perempuan itupun terpatah bercerita,
"Saya ......telah berzina." Kepala Nabi Musa terangkat, hatinya
tersentak. Perempuan itu meneruskan, "Dari perzinaan itu saya
pun......lantas hamil. Setelah anak itu lahir, langsung saya.......
cekik lehernya sampai......tewas", ucap wanita itu seraya menagis
sejadi-jadinya. Nabi musaberapi-api matanya. Dengan muka berang ia
menghardik," Perempuan bejad, enyah kamu dari sini! Agar siksa Allah
tidak jatuh ke dalam rumahku karena perbuatanmu. Pergi!"...teriak Nabi
Musa sambil memalingkan mata karena jijik. Perempuan berewajah ayu
dengan hati bagaikan kaca membentur batu, hancur luluh segera bangkit
dan melangkah surut. Dia terantuk-antuk ke luar dari dalam rumah Nabi
Musa. Ratap tangisnya amat memilukan. Ia tak tahu harus kemana lagi
hendak mengadu. Bahkan ia tak tahu mau di bawa kemana lagi kaki-kakinya.
Bila seorang Nabi saja sudah menolaknya, bagaimana pula manusia lain
bakal menerimanya? Terbayang olehnya
betapa besar dosanya, betapa jahat perbuatannya. Ia tidak tahu bahwa
sepeninggalnya, Malaikat Jibril turun mendatangi Nabi Musa. Sang Ruhul
Amin Jibril lalu bertanya, "Mengapa engkau menolak seorang wanita
yang hendak bertobat dari dosanya? Tidakkah engkau tahu dosa yang lebih
besar daripadanya?"
Nabi Musa terperanjat. "Dosa apakah yang lebih besar dari kekejian
wanita pezina dan pembunuh itu?" Maka Nabi Musa dengan penuh rasa ingin
tahu bertanya kepada Jibril. "Betulkah ada dosa yang lebih besar dari
pada perempuan yang nista itu?" "Ada!" jawab Jibril dengan tegas. "Dosa
apakah itu?" tanya Musa kian penasaran. "Orang yang meninggalkan sholat
dengan sengaja dan tanpa menyesal. Orang itu dosanya lebih besar dari
pada seribu kali berzina". Mendengar penjelasan ini Nabi Musa kemudian
memanggil wanita tadi untuk menghadap kembali kepadanya. Ia mengangkat
tangan dengan khusuk untuk memohonkan ampunan kepada Allah untuk
perempuan tersebut. Nabi Musa menyadari, orang yang meninggalkan
sembahyang dengan sengaja dan tanpa penyesalan adalah sama saja seperti
berpendapat bahwa sembahyang itu tidak wajib dan tidak perlu atas
dirinya. Berarti ia seakan-akan menganggap remeh perintah Tuhan, bahkan
seolah-olah menganggap Tuhan tidak punya hak untuk mengatur dan
memerintah hamba-Nya. Sedang orang yang bertobat dan menyesali dosanya
dengan sungguh-sungguh berarti masih mempunyai iman didadanya dan yakin
bahwa Allah itu berada di jalan ketaatan kepada-Nya. Itulah sebabnya
Tuhan pasti mau menerima kedatangannya.

Dikutip dari buku 30 kisah teladan - KH Abdurrahman Arroisy Dalam hadist
Nabi SAW disebutkan : Orang yang
meninggalkan sholat lebih besar dosanya dibanding dengan orang yang
membakar 70 buah Al-Qur'an, membunuh 70 nabi dan bersetubuh dengan
ibunya di dalam Ka'bah.
Dalam hadist yang lain disebutkan bahwa orang yang meninggalkan sholat
sehingga terlewat waktu, kemudian ia mengqadanya, maka ia akan disiksa
dalam neraka selama satu huqub. Satu huqub adalah delapan puluh tahun.
Satu tahun terdiri dari 360 hari, sedangkan satu hari di akherat
perbandingannya adalah seribu tahun di dunia. Demikianlah kisah Nabi
Musa
dan wanita pezina dan dua hadist Nabi, mudah-mudahan menjadi
pelajaran bagi kita dan timbul niat untuk melaksanakan kewajiban sholat
dengan istiqomah.

28 November 2009

Di balik seorang papa

notes ini aku copy paste dari milis tetangga.
Ngomong-ngomong, ceritanya kok hampir sama dengan pengalaman ku waktu masih kecil sampai dewasa (sebelum menikah) yah???? berulang kali aku baca note ini.....berulang kali pula aku menangis, menangis....inget papa T_T. soalnya papa terkenal sangat galak dan keras dalam mengasuh ku, karena aku anak perempuan satu2nya. hem.... jadi inget waktu jaman2nya pacaran, mantan2 ku takut untuk datang ke rumah, karena mereka semua takut untuk ketemu dengan papaku. kata mereka, papa ku galaknya kayak macan. hihihihi...kalo inget sekarang, jadi lucu aja. ternyata diantara semua mantan2 ku, suamiku lah sang pemberani yang melawan "macan" yang galak ^_^

Trus setelah selesai baca note ini, aku langsung kirim email ke papa dan langsung dibaca pada saat beliau masih di kantor. ternyata....reaksi beliau.....menangis. beliau kembali mengirimkan email balasan, katanya "papa saat membaca email, menangis di kantor, karena apa yg di email ini adalah perasaan papa yg sudah lewat".
hiks..hiks....jadi tambah sedih dengernya. Ribuan kilometer memisahkan ku dengan kedua orangtuaku. Apapun bisa terjadi di luar kemampuan. Aku hanya berdoa dan berharap "ya Allah...semoga Engkau masih memberikan kesempatan kepadaku, untuk bertemu kedua orangtuaku dalam keadaan sehat walafiat dan melihat senyuman mereka lagi. Dan aku mau bilang ke papa....."papa, alhamdulillah hidup ku bahagia bersama anak-anak dan suamiku. Suamiku sangat menyayangiku. Ini semua berkat jasamu karena telah menjaga ku dan mengasuh ku dengan sangaaaaattttt baik. terima kasih papa ^_^ Aku sangat mencintaimu.


ok deh..........untuk yang lain, selamat membaca yah

Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa, yang sedang bekerja diperantauan, yang ikut suaminya merantau di luar kota atau luar negeri, yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orang tuanya.....

Akan sering merasa kangen sekali dengan Mamanya.

Lalu bagaimana dengan Papa?

Mungkin karena Mama lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari,

tapi tahukah kamu, jika ternyata Papa-lah yang mengingatkan Mama untuk menelponmu?

Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, Mama-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng,

tapi tahukah kamu, bahwa sepulang Papa bekerja dan dengan wajah lelah Papa selalu menanyakan pada Mama tentang kabarmu dan apa yang kau lakukan seharian?

Pada saat dirimu masih seorang anak perempuan kecil......

Papa biasanya mengajari putri kecilnya naik sepeda.

Dan setelah Papa mengganggapmu bisa, Papa akan melepaskan roda bantu di sepedamu...

Kemudian Mama bilang : "Jangan dulu Papa, jangan dilepas dulu roda bantunya" ,

Mama takut putri manisnya terjatuh lalu terluka....

Tapi sadarkah kamu?

Bahwa Papa dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu mengayuh sepeda dengan seksama karena dia tahu putri kecilnya PASTI BISA.

Pada saat kamu menangis merengek meminta boneka atau mainan yang baru, Mama menatapmu iba.

Tetapi Papa akan mengatakan dengan tegas : "Boleh, kita beli nanti, tapi tidak sekarang"

Tahukah kamu, Papa melakukan itu karena Papa tidak ingin kamu menjadi anak yang manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi?

Saat kamu sakit pilek, Papa yang terlalu khawatir sampai kadang sedikit membentak dengan berkata :

"Sudah di bilang! kamu jangan minum air dingin!".

Berbeda dengan Mama yang memperhatikan dan menasihatimu dengan lembut.

Ketahuilah, saat itu Papa benar-benar mengkhawatirkan keadaanmu.

Ketika kamu sudah beranjak remaja....

Kamu mulai menuntut pada Papa untuk dapat izin keluar malam, dan Papa bersikap tegas dan mengatakan: "Tidak boleh!".

Tahukah kamu, bahwa Papa melakukan itu untuk menjagamu?

Karena bagi Papa, kamu adalah sesuatu yang sangat - sangat luar biasa berharga..

Setelah itu kamu marah pada Papa, dan masuk ke kamar sambil membanting pintu...

Dan yang datang mengetok pintu dan membujukmu agar tidak marah adalah Mama....

Tahukah kamu, bahwa saat itu Papa memejamkan matanya dan menahan gejolak dalam batinnya,

Bahwa Papa sangat ingin mengikuti keinginanmu, Tapi lagi-lagi dia HARUS menjagamu?

Ketika saat seorang cowok mulai sering menelponmu, atau bahkan datang ke rumah untuk menemuimu, Papa akan memasang wajah paling cool sedunia.... :')

Papa sesekali menguping atau mengintip saat kamu sedang ngobrol berdua di ruang tamu..

Sadarkah kamu, kalau hati Papa merasa cemburu?

Saat kamu mulai lebih dipercaya, dan Papa melonggarkan sedikit peraturan untuk keluar rumah untukmu, kamu akan memaksa untuk melanggar jam malamnya..

Maka yang dilakukan Papa adalah duduk di ruang tamu, dan menunggumu pulang dengan hati yang sangat khawatir...

Dan setelah perasaan khawatir itu berlarut - larut...

Ketika melihat putri kecilnya pulang larut malam hati Papa akan mengeras dan Papa memarahimu.. .

Sadarkah kamu, bahwa ini karena hal yang di sangat ditakuti Papa akan segera datang?

"Bahwa putri kecilnya akan segera pergi meninggalkan Papa"

Setelah lulus SMA, Papa akan sedikit memaksamu untuk menjadi seorang Dokter atau Insinyur.

Ketahuilah, bahwa seluruh paksaan yang dilakukan Papa itu semata - mata hanya karena memikirkan masa depanmu nanti...

Tapi toh Papa tetap tersenyum dan mendukungmu saat pilihanmu tidak sesuai dengan keinginan Papa

Ketika kamu menjadi gadis dewasa....

Dan kamu harus pergi kuliah dikota lain...

Papa harus melepasmu di bandara.

Tahukah kamu bahwa badan Papa terasa kaku untuk memelukmu?

Papa hanya tersenyum sambil memberi nasehat ini - itu, dan menyuruhmu untuk berhati-hati. ..

Padahal Papa ingin sekali menangis seperti Mama dan memelukmu erat-erat.

Yang Papa lakukan hanya menghapus sedikit air mata di sudut matanya, dan menepuk pundakmu berkata "Jaga dirimu baik-baik ya sayang".

Papa melakukan itu semua agar kamu KUAT...kuat untuk pergi dan menjadi dewasa.

Disaat kamu butuh uang untuk membiayai uang semester dan kehidupanmu, orang pertama yang mengerutkan kening adalah Papa.

Papa pasti berusaha keras mencari jalan agar anaknya bisa merasa sama dengan teman-temannya yang lain.

Ketika permintaanmu bukan lagi sekedar meminta boneka baru, dan Papa tahu ia tidak bisa memberikan yang kamu inginkan...

Kata-kata yang keluar dari mulut Papa adalah : "Tidak.... Tidak bisa!"

Padahal dalam batin Papa, Ia sangat ingin mengatakan "Iya sayang, nanti Papa belikan untukmu".

Tahukah kamu bahwa pada saat itu Papa merasa gagal membuat anaknya tersenyum?

Saatnya kamu diwisuda sebagai seorang sarjana.

Papa adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untukmu.

Papa akan tersenyum dengan bangga dan puas melihat "putri kecilnya yang tidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang"

Sampai saat seorang teman Lelakimu datang ke rumah dan meminta izin pada Papa untuk mengambilmu darinya.

Papa akan sangat berhati-hati memberikan izin..

Karena Papa tahu.....

Bahwa lelaki itulah yang akan menggantikan posisinya nanti.

Dan akhirnya....

Saat Papa melihatmu duduk di Panggung Pelaminan bersama seseorang Lelaki yang di anggapnya pantas menggantikannya, Papa pun tersenyum bahagia....

Apakah kamu mengetahui, di hari yang bahagia itu Papa pergi kebelakang panggung sebentar, dan menangis?

Papa menangis karena papa sangat berbahagia, kemudian Papa berdoa....

Dalam lirih doanya kepada Tuhan, Papa berkata: "Ya Allah tugasku telah selesai dengan baik....

Putri kecilku yang lucu dan kucintai telah menjadi wanita yang cantik....

Bahagiakanlah ia bersama suaminya..."

Setelah itu Papa hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk...

Dengan rambut yang telah dan semakin memutih....

Dan badan serta lengan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari bahaya....

Papa telah menyelesaikan tugasnya....

Papa, Ayah, Bapak, atau Abah kita...

Adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat...

Bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis...

Dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu. .

Dan dia adalah yang orang pertama yang selalu yakin bahwa "KAMU BISA" dalam segala hal...

27 July 2009

Mama

Mama....sahabat sejatiku, tempat ku mencurahkan segala keluh kesah. Disaat aku sedih ataupun bahagia, mama selalu ada disampingku, siap dengan nasihat-nasihat yang membuat hatiku tenang. Meskipun terkadang aku "sebel" dengan kecerewetanmu :) Mama....sampai hari ini, setelah aku menikah, ternyata aku masih tetap membutuhkanmu untuk mendengarkan segala curahan hatiku. selalu...selamanya, karena permasalahanku sekarang tidak sesederhana dulu, sewaktu aku masih sendiri. Banyak sekali permasalahan-permasalahan yang membutuhkan jalan keluar dan masukan-masukan darimu. Perkataanmu, cara mu berbicara, membuat hatiku tenang dan menjadi lebih sabar lagi menghadapi semua cobaan dan permasalahanku. Mama selalu mengingatkanku untuk sholat, selalu berdoa kepadaNya, karena hanya DIA yang bisa membantu kita. Mama....meskipun kita jauh, beribu-ribu kilometer, tapi mama tetap selalu di hatiku. Aku selalu membutuhkanmu, setiap waktu, setiap saat. Tidak ada yang bisa menggantikanmu dihatiku. Bagiku, mama adalah ibu terbaik yang aku miliki.
Aku baru menyadari setelah aku menikah dan memiliki anak. Ternyata, menjadi orangtua itu tidaklah mudah. Bukan hanya sekedar melahirkan dan mengurusnya saja, tapi bagaimana cara kita mendidik anak sehingga bisa menjadi anak yang berguna bagi diri sendiri maupun orang lain. Terima kasih mama, atas semua yang telah kau berikan kepada kami, anak-anakmu, tanpa mengharapkan balasan apapun. Aku hanya bisa berdoa semoga Allah memberikan ku waktu yang cukup selagi mama sehat untuk membalas semua jasamu, meskipun aku tahu pasti mama tidak mengharapkan balas budi dari anak-anaknya. Melihat anak-anaknya sukses dan sehat, sudah membuat mu bahagia.
Mama....tunggu kami yah. Anak, mantu dan cucu-cucumu akan datang mengunjungimu. Semoga lebaran tahun ini menjadi lebaran terindah dan selalu dikenang didalam hati kita masing-masing. amin.

22 July 2009

Surat untuk para teroris

hari ini, terjadi lagi bom di jakarta, yang menewaskan dan melukai banyak orang. membaca beritanya membuatku ingin menangis dan ikut merasakan apa yang para korban rasakan. dimanakah hati nuranimu hai para teroris?apakah kalian tidak merasakan kesedihan para korban dan keluarganya? mereka menangis.....para istri menangis karena kehilangan suaminya, para suami menangis karena kehilangan sang istri, orangtua menangis meratapi kepergian anaknya, anak-anak menangis kehilangan orangtua mereka, bahkan mereka sama-sama menangisi kepergian teman-teman mereka. dimanakah rasa kemanusiaanmu? coba kalian tanyakan kepada istri, anak bahkan orangtuamu, bagaimana seandainya mereka kehilangan anggota keluarganya dengan cara yang mengenaskan?pasti....pasti
...mereka akan menjawab dengan jawaban yang sama. mereka akan bersedih, marah dan rasa kehilangan yang sangat besar. aku hanya seorang ibu rumah tangga biasa, ingin mengetuk mata hati kalian.....para teroris. tidak ada gunanya kalian melakukan itu semua. percuma. kalian menyebut tindakan seperti itu sebagai jihad? tidak. aku rasa itu salah. yang aku tahu pasti adalah islam tidak pernah mengajarkan kekerasan kepada umatnya. semoga ALLAH memaafkan dosa besar kalian, dan segeralah bertobat selagi masih ada waktu untuk memohon kepadaNYA: catatan hati seorang ibu........(Ya Allah....lindungilah selalu keluargaku. amin)